Puisi
Berjalan ke kediamanMu.
Aku tak ingin candu
seperti seorang pemadat tembakau atau sopi kepala.
Itu hanya akan membuatku lemah
dan terpenjara di dalam ruang manja kenistaan.
:Tuhan Kasihanilah,
Kristus Kasihanilah!
Gumamku.
Lonceng Angelus
Pukul 6 pagi
Sementara di ujung jalan
Kumelihat seorang Kakek
Berjalan tegar memikul keranjang harapan
Sepuluh ikat sawi.
Seketika sukmamu
seperti diiris.
Menuju ke kediamanMu pagi ini
Kuketuk pintu hatiku sendiri
Ruang rasa yang menyimpan rahasia
tentangMu
Tuhan, aku tak ingin candu
kecuali pandu
aku tak mau lagi tersesat ke daya pikir yang salah
kecuali terus bergumul menuju ke kediamanMu.
(Wairpelit, 17 Juli 2022)

Gereja St. Yosef Pekerja Wairpelit
Tinggalkan komentar