
Puisi
Ina, Memelukmu Sepertiga Detik
Aku semakin jatuh cinta
Sejak puisiku
menemukan judulnya sendiri,
Namamu.
Ina,
Bagiku lebih manja sapaan ini
Sejak semesta membelaimu
Terbang langit ketujuh
Mendarat ke tujuh puluh kali tujuh turunan
Ina,
Aku masih duduk di sini
Tak muluk-muluk
Kataku menjelma puisi
Untuk segera kau peluk
Aku masih duduk di sini
Aku kau peluk
Segera kataku menjelma puisi
Meski segalanya masih harap
menunggumu
Kapan di sini berlalu
Kapan di sana menjamu
sepoian menyajikan tak hanya aroma tubuhmu atau suara desahmu
tapi pelukmu sepertiga detik
Yang bikin aku mabuk
dalam sadar bahwa menulis puisi adalah tanda mencintaimu paling rahasia.
(Inerie, 7 April 2022)
Tinggalkan komentar