Tanda Mata Kali

hidup: menggugat!


Nyanyian Mangun

Foto: Romo Mangunwijaya.


Puisi *Mario D. E. Kali

Di tepi kali Code yang hening
Pada ranting kayu kering
Sempat kudengar kicau merdu burung manyar
Suara anak pengamen bernyanyi lagu anyar
Sambil mengusap air kemiskinan dari matanya
Di hadapan anak pejabat yang asyik tunduk menyembah gawai

Kicau manyar suara anak pengamen
Berpadu bersahut bernyanyi lagu pesinden
“Mangun, oh Mangun, tingkap keegoisan tersingkap, jalan damai terbentang sampai istana presiden”

Seperti perintah agar lekas buka jendela menutup ruang pengap individualisme
Lepas sekat perbedaan pluralisme
sambut mentari keharmonisan di jiwa

Masih kulihat jembatan Tunggak dan jembatan lainnya di bentaran Kali Code kokoh membentang
Selalu kutatap jembatan jiwa manusia penghubung hati dan peduli telah runtuh
Sedang suara burung berpadu bersahut suara anak pengamen tak henti bernyanyi

Bagaimana aku tak dapat bersedih?

(Wairpelit, 11 Juni 2022)

*Mario D. E. Kali, lahir di Kinbana, Belu, Timor, NTT pada 31 Mei 1994. Kini berdomisi di Inerie, Ngada, Flores, NTT. Ia menulis buku kumpulan puisinya yang pertama berjudul “Tanda Mata” (Jakarta: Teras Budaya, 2020).



2 responses to “Nyanyian Mangun”

  1. Keren banget puisinya.
    Romo Mangun rindu kesederhanaanny dan keberpihakan nya pada petani

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai