Puisi Mario D. E. Kali

Tuhan, isi doaku masih sama
sederhana saja
seperti kicau burung gereja
yang mengiringi anamnesis misa pagi
Kupanjatkan syukur
Tanpa pinta lebih
Izinkan aku menghirup nafas cintaMu
Dan biarlah pengabulan atas lafas doaku
Terjadi menurut KehendakMu
Aku ingin terus bersyukur
Tanpa batas usiaku
Terima kasih, Tuhan!
(Ruang Doa, 7 Juli 2022)
Lilin bernyala
: dibakar untuk temani kelammu
Pedang wasiat
: sarungkan selalu selama jalanmu
Ke Golgota.
Kisah tentang keluarga kudus
: inspirasi bagi Ibu Bapak yang masih di rumah.
Kau adalah kamar doa.
(Capel, 7 Juli 2020)
Tinggalkan komentar