
Selalu bergerak mengitari waktu
Ada detak dalam dada tak menentu
Seekor kucing mencabik-cabik dinding
Ada ringis saat ini yang gemanya tiada banding
Meski ia bersembunyi di dalam sepi
Labirin hati yang paling sulit diselami
Ia sedang bernyanyi senandung
Sungai gejolak tidak baik-baik saja dibendung
Hingga gelap. Menjadi begitu kelam.
Seekor kucing menyalakan mata lebam
Mencari setitik cahaya di atap langit
Sembari berharap ia temukan kilat
Menyambar samar, penghalau bahagia
Tercurah Cahaya Maha Cahaya
Memberi berkat pengampunan
Hingga kedamaian begitu bersemi
Seekor kucing tahu esok hari masih ada mentari
menyelinap ke celah dinding
Menjamahnya dengan bening
Dalam nama percaya yang tak berhenti di sini.
(Sewowoto, 13 Oktober 2020)
Tinggalkan komentar