
“Warna langit itu persis bola mataku
Setelah kupelototi ulang-ulang isi pesan singkat semalam”
Katamu membuka cerita.
Sedang yang mendengar cerita hanya ingin mendengar
Maka diam cukup panjang
Setelah tarik nafas dan embus berkali-kali
Kau bilang
“Status hidupmu kini kadang membuatmu merasa tak lebih berarti di mata seseorang. Ketika orang itu bilang padamu bahwa ia kecewa pada sikap cuek seseorang yang pernah dekat dengannya, lalu ia harus katakan menggugat alasan mengapa kini ia dekat denganmu”.
Diam makin panjang
Dan aku semakin merasa seperti kursi kosong
Yang hanya jadi inspirasi bagi puisi
Yang tak pernah tersimpan sepenuhnya di hati.
(Mageria, 16 Oktober 2022)
Tinggalkan komentar