
Puisi Mario D. E. Kali
Di sini, angin berembus
Dingin sepisau menembus
Gigil tubuh terlalu kurus
Menghirup, mengendus
Aroma di antara buih dan bayang
Mencari menerka makna
Suara hati senyap seribu pikir mengawang
Menemukan bangkai dalam jala
Lalu ia mengerti
Kesedihan kadangkala tercipta
dari ucapan dan tindakan tak sepadan
Lalu dimanakah ia menemukan senyum
Senyum setajam pisau
yang tak pernah merasa menang
setelah mengiris jemari
yang diam-diam ingin menulis puisi.
(TandaMataKali, 6 Agustus 2022)
Tinggalkan komentar