Puisi Tanda Mata Kali

Keadaan bak secangkir kopi pahit
Satu katamu menjelma gula
Memaniskan rasa
Kau tahu setelahnya
bahkan tak ada apapun yang lebih ringan daripada upayamu memikul satu kata gula itu
Waktu terus berjalan pergi, tak pernah memunggungimu, sering menatapmu
tapi ia tak dapat kau, panggil genggam tubuhnya dan kau paksa memulangkan keadaan sedetik yang lalu.
Kepada kau yang memikul janji
Turunkanlah dari pundakmu
Ia bukan beban yang harus kaupikul
Melainkan jalan merawat setia
pada perkara sederhana
Kau tahu bahwa rumah bagimu hanya kerinduan
Persinggahan memberi tangan terbuka kepadanya tak boleh kaupatahkan
Melainkan kaugengami kelembutan
tanpa meminta kurang lebih
pun tanpa memberi lebih kurang
Itu pesan Ina dan Ama
Lewat kicau merdu burung gereja
Dari seberang pulau tanpa nama
Cukup kau aminkan dalam iman.
(TandaMataKali, 16 November 2022)
Tinggalkan komentar