Tema: Peran Ki Hadjar Dewantara dalam Dunia Pendidikan Bangsa Indonesia
- Pendahuluan
Yang Terhormat; Ibu Korwil Pendidikan, Bapak Pengawas Binaan, Bapak Ketua Gugus, Bapak Ibu Kepala Sekolah dan Para Guru serta Tenaga Pendidik tingkat dasar segugus 1 Kecamatan …. (Isi nama kecamatan)
Yang saya hormati, para orang tua wali murid serta hadirin sekalian.
Dan yang saya banggakan, teman-teman seperjuangan segugus 1 Kecamatan Inerie.
Assalamu-alaikum warahma-tullahi wabara-katuh,
Om swasti astu, Namo buddha ya, Salam kebajikan, Rahayu,
Salam sejahtera, salam sehat dan salam jumpa untuk kita semua!
Sebagai insan berpendidikan yang beriman, kita patut bersyukur atas rahmat kehidupan dari Tuhan yang masih kita nikmati hingga saat ini. Kita juga wajib mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemajuan pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini.
Pada kesempatan yang penuh khidmat ini, izinkan saya (sebut nama), siswa kelas V, perwakilan dari UPTD SD (sebut nama sekolah), membawakan sebuah pidato dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2023, dengan judul “Arti Peran Ki Hadjar Dewantara bagi Kiat Pendidikan Kita Hari Ini”
- Isi
Hadirin sekalian, yang saya hormati dan saya banggakan!
Pendidikan merupakan suatu bidang kehidupan yang sangat bernilai dan berguna bagi kita. Ketika berbicara tentang perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia sejak zaman penjajahan hingga saat ini, kita patut berterima kepada Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara adalah seorang pahlawan yang telah berperan merintis dan memajukan pendidikan bangsa Indonesia.
Bukti peran Ki Hadjar Dewantara dalam memajukan pendidikan di Indonesia, antara lain dengan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922. Saat itu, beliau berhasil menyadarkan masyarakat bahwa pendidikan itu adalah hal penting. Beliau juga mencetuskan semboyan Tut Wuri Handayani dengan menegaskan bahwa seorang guru harus mampu memberi inspirasi teladan, menciptakan ide dan memberi motivasi kepada peserta didik.
Atas peran dan jasanya itu, Ki Hadjar Dewantara dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan Menteri Pendidikan Indonesia yang pertama pada tahun 1956. Kemudian, tanggal 2 Mei sebagai tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia sejak tahun 1959.
Hadirin sekalian, yang saya hormati dan saya banggakan!
Pada tahun ini, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional yang ke 64. Kita harus tahu bahwa arti penting dari peran Ki Hadjar Dewantara adalah warisan teladan dan semangat pantang menyerah dalam perjuangan memajukan pendidikan bangsa.
Dalam teladan dan semangat Ki Hadjar Dewantara, terutama melalui Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Bapak Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan Indonesia yang sekarang ini, kita harus berjuang untuk berkembang menjadi pribadi yang merdeka. Para guru dan tenaga pendidik harus semakin merdeka mengajarkan nilai pendidikan berkarakter bagi para peserta didik dengan tetap memegang teguh prinsip Tut Wuri Handayani.
Para peserta didik harus berjuang untuk bangkit menjadi Generasi Emas dengan tekun belajar, berdoa, berkreativitas dan berinovasi. Peserta didik harus menjadi generasi yang Berwawasan kebangsaan, Berpikir kritis dan Berbudi pekerti luhur; Bersolidaritas dan Berkarakter, serta Berintrigitas dan Bertakwa.
- Penutup
Hadirian sekalian yang saya hormati dan saya banggakan!
Sebagai point penutup, kita harus tahu bahwa makna peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, bukan hanya pada kemeriahan kita mengadakan berbagai perlombaan, tetapi lebih dari itu adalah mengamalkan arti peran Ki Hadjar Dewantara dalam kegiatan belajar mengajar kita setiap hari.
Karena “Kita yang merdeka adalah kita yang selalu tegas menolak untuk dijajah oleh apapun dan siapapun sejak dari hati dan budi kita!”
Demikian pidato saya. Jika ada jarum yang patah jangan simpan di dalam peti; jika ada kata yang salah jangan simpan di dalam hati.
Atas perhatian, saya ucapkan limpah terima kasih.
Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om shanti, shanti, shanti, om! Namo buddhaya.
Tinggalkan komentar