Inspirasi Hidup
-
Saya Ingin Menjadi Ayah Saya
Jika Anda bisa menjadi orang lain dalam sehari, mau jadi siapa, dan mengapa? Agus. Jos. Kali Bere, itulah nama lengkap ayah saya. Menurut ceritanya dan data di KTP, beliau lahir pada 25 Desember di sebuah kampung bernama Kimbana, desa Bakus Tulama, kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Beliau adalah ayah juga guru bagi Continue reading
-
Sang Juru Khitan Telah Pergi
Obituari buat Ama Troy Kabar kematian datang silih berganti. Awal tahun yang penuh duka. Setelah dengar seorang pergi, beberapa hari kemudian dengar lagi kabar kepergian seseorang. Ini sungguh ujian bagi iman agar selalu menjadi teguh meski dihantam setiap peristiwa yang melukakan hati.Air mata jatuh, ratap tangis beradu sirena ambulance, kabar duka sampai di telinga, Ama Continue reading
-
ELIEZER
— untuk Richard Eliezer Pudihang Lumie (yang tak membaca tulisan ini) Goenawan Mohamad Berdirilah tegak, Richard. Kau duduk di depan mahkamah, dan keluar dari sidang pengadilan, bukan lagi seorang polisi yang membunuh. Kehadiranmu sebuah metamorfosa. Kau sebuah ambiguitas. Di depan para hakim, kau polisi dan kau juga pelanggar hukum; di ruang pengadilan itu, kau sebuah Continue reading
-
Cahaya Cinta Tak Pernah Padam
Sampai detik iniAku percayaCinta mengekalkan segalanyaDan cahaya selalu menerangi Di kala risau meredupkan harapIa hadir menghalau risauDi kala sepi merisaukan rinduIa hadir melipur kalbu Dan di dalam segala detikkuNadiku berdetakCahaya cinta tak pernah padamMenerangiku meniadakan kelam Aku percaya ituHingga puisikuAkan selalu menulis tentangnyaSegala waktu. (Tandamatakali, 11 Desember 2022) Continue reading
-
Juri Juga MANUSIA
Cerpen *Mario D. E. Kali Dua jam setelah mendapat pesan singkat dari bos, Tipan telah selesai memosting poster kriteria perlombaan cerita anak dwi bahasa dengan tagline gratis, berhadiah jutaan rupiah dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat salah satu provinsi tanah air di laman beberapa akun media sosial. Tipan menarik nafas legah. Ia lekas mengecek Continue reading
-
Konflik (Batin) adalah Sahabat
Kau selalu terlambat ke tempat kerja. Bangun lebih awal pada setiap pagi, kau masih terbiasa menuntaskan pekerjaan lazim yang dulu selalu kau buat. Mencari dedaunan atau rumput untuk kambing piaraan. Atau mencuci piring sebagai pelengkap kerja istri. Kau begitu tak damai dalam batin ketika kau memilih mengabaikan hal itu dan cepat pergi ke tempat kerja. Continue reading
-
SabdaMu, Puisi HidupKu
Pada mulanya adalah kataDikau ucapkan di hadapan kerling mataku yang lusuhMenandaskan segala sesuatu sebagai kebaikanTapi adaku terkadang kerdil dalam iman Hingga sabdaMu itu merasuki jiwaku“Hukum hidup adalah Kasih!”Kugoreskan puisiku dalam inspirasi SabdaMuKuhayati puisiku dalam langkah hidupku Tuhan,SabdaMu, PuisikuPuisiku, HidupkuHidupku, KehendakMu Aku kepadaMuJalan panjang menuju keabadianYang kaubentangkanAgar tiada tersesat jiwaku Aku kepadaMuHarapan kecil menuju MahaMuYang kaudendangkanAgar Continue reading
-
Tanpa Batas Usia
Puisi Mario D. E. Kali Tuhan, isi doaku masih samasederhana sajaseperti kicau burung gerejayang mengiringi anamnesis misa pagi Kupanjatkan syukurTanpa pinta lebihIzinkan aku menghirup nafas cintaMuDan biarlah pengabulan atas lafas doakuTerjadi menurut KehendakMu Aku ingin terus bersyukurTanpa batas usiakuTerima kasih, Tuhan! (Ruang Doa, 7 Juli 2022) Lilin bernyala: dibakar untuk temani kelammu Pedang wasiat: sarungkan Continue reading
-
Cinta Untuk Karolina
Puisi Mario D. E. Kali Bertumbuhlah tunas zaitunDi belantara pohon putihMeninggi perlahan setiap hariJadilah naungan, jadilah penuntun! Itu asas upaya kita saling mencintatanpa batasan. Hingga dua pasang tangan mungilMenjangkau bintang kecilMenyelip pesan doa kepada Yang Mahasuci ‘Tuhan, asal tunas pohon zaitun kami,berilah ibu kami umur yang panjang hari ini,dan cinta kami dan ayah kepadanya sepanjang Continue reading
-
Perihal Kehadiran Kita
Kehadiran kita adalah seperti mawar/semestinya hanya bunga indah yang mekar/ tanpa duri tajam yang mencakar// Kahadiran kita adalah karena persinggahan/semestinya memberi suka setelah menerima begitu banyak duka// Kehadiran kita adalah memang rumah/pelukan bagi yang merasa gerah dalam amarah/sekalipun itu tercipta bersama hujan air mata// Toh, kehadiran kita ini pada akhirnya/ hanya akan menyisahkan tangis, bukan?// Continue reading
-
Memeluk Dalam Doa
: Suara Hati Ipong Tungku dan api di dapur padamair mata masih seperti hujan bulan septemberyang derasnya amat merahasiakan suka duka esok harihingga esok tiba, tersibak tirai misteri yang tak pernah kudugadi sini aku harus merasakan sepi terhempas dalam gua luka yang kelam Bagaimana cara aku melukis wajah ibu?setelah potret wajahnya selalu kenangan yangsegera menurunkan Continue reading
-
Lelaki Biola Yang Melipur Kesedihannya dengan Melodi Elegi
Ingin kumainkan biolakuMelipur diriku dengan dawaiyang kupinjam dari pekat rambutmuyang terurai, kekagumanku. Pekat rambutmu adalah mahkotatak sepekat rumah jiwaku, Ina.Rumah jiwa yang kinitiada api pengharapankecuali gigil kecemasan. Dan amat sunyi jalanku menuju pulangMendengar nyanyi elegi burung-burung senja di pantaimerdu sekali walau sesekali lesap diterpa gemuruh ombak jadi harmoni konspirasi alam. Kuingin tetap memainkan biolakuMengiringi melodi Continue reading
-
Di Halte Kotamu
Setelah menulis namamu sebagai dunia masa depanku pada buku harian ini,Aku mulai merajut mimpi seperti seorang pengembara hendak bersua lanskap alam dalam jelajah melawan arus waktu.sementara di dalam ruang rasa, cara berharap ini memang demikian pelik. Aku hanya wanita biasa yang selalu membakar pelita doa dan menyimpannya di bawah kaki dian kepasrahan. Setiap pagi, sejak Continue reading
-
Nyanyian Mangun
Puisi *Mario D. E. Kali Di tepi kali Code yang heningPada ranting kayu keringSempat kudengar kicau merdu burung manyarSuara anak pengamen bernyanyi lagu anyarSambil mengusap air kemiskinan dari matanyaDi hadapan anak pejabat yang asyik tunduk menyembah gawai Kicau manyar suara anak pengamenBerpadu bersahut bernyanyi lagu pesinden“Mangun, oh Mangun, tingkap keegoisan tersingkap, jalan damai terbentang sampai Continue reading
-
Seperti Keruh, Kuberkeluh
Mataku ibarat sungaimengeruak keruh ketikaAku beradu tatapan dengan keluhan.Matamu ibarat sentimen mencabik keluhketika aku beradu rasa dengan siapa kehidupan. Seperti keruhSungai hidupku mengalirHingga tak ada mentari yang leibh cerah pagi ini, sayang,menyeduh kopi merasakan sejuk embuntiada faedah.“Pergulatan demi pergulatan mengusikSanggupkah aku jadikan mereka penghibur juangku kini?”… Lihat!Seorang wanita tua bahkan lebih tabah bertarung melawan waktu Continue reading
-
Memelukmu Sepertiga Detik
Puisi Ina, Memelukmu Sepertiga Detik Aku semakin jatuh cintaSejak puisikumenemukan judulnya sendiri,Namamu. Ina,Bagiku lebih manja sapaan iniSejak semesta membelaimuTerbang langit ketujuhMendarat ke tujuh puluh kali tujuh turunan Ina,Aku masih duduk di siniTak muluk-mulukKataku menjelma puisiUntuk segera kau peluk Aku masih duduk di siniAku kau pelukSegera kataku menjelma puisi Meski segalanya masih harapmenunggumuKapan di sini berlaluKapan Continue reading
-
Mimpiku
Aku ingin menjadi temaliYang mampu mengikat jalin persahabatanSampai abadi Tapi mimpiku terlampau putusTatkala penghayatanku akan waktuSelalu menyedihkan. Masih pantaskah aku bermimpi? (TandaMataKali, 13 September 2022) Continue reading
-
Anakku Menangis 59 Detik
“Papa, sa rindu!”…Diam sejenak tanpa kataDengar buah hati punya suaraDengan nada yang mudah dipahami:Kerinduan. Ia menangis. Ia sedang menangis dari seberang sanaTapi buru-buru aku bujuk dengan suara serak tertahan“Nanti Papa pulang bawa oleh-oleh buat Kaka”Sembari gerimis jatuh di pelupuk matakuPadahal siang sedang terik meski sunyi di sini Puji Tuhan! Pada detik ke 59, setelah jam Continue reading